Inilah Faktor Penyebab bayi kuning


Bayi Kuning pasca dilahirkan adalah hal yang umum karena hampir 70 persen bayi yang lahir mengalami kuning. Namun harus diperhatikan pula karena penyakit kuning pada bayi ada yang tidak berbahaya seperti pada umumnya dan ada yang berbahaya, cara penanganannya sebaiknya anda baca juga cara mengatasi penyakit kuning pada bayi. Apa saja penyebab bayi kuning? Berikut ini beberapa penyebab bayi kuning yang saya kutip dari http://tipsmerawatbayikuning.com adalah sebagai berikut:
  • Bayi Normal. Penyebab bayi kuning secara normal adalah terlalu tingginya kadar billirubin dalam darah. Mengapa demikian? Kadar hemoglobin darah pada bayi yang baru lahir masih merupakan hemoglobin yang tidak efektif mengikat oksigen atau dikenal dengan HBF. Agar efektif mengikat oksigen, HBF harus dirubah menjadi hemoglobin baru atau HBA yang memiliki kemampuan mengikat oksigen. Pemecahan HBF menjadi HBA dalam organ hati bayi ini, menghasilkan zat baru yang bernama billirubin. Karena fungsi organ hati bayi yang belum berkembang secara optimal, maka billirubin yang seharusnya diolah dan dibuang oleh organ hati melaui urine dan tinja, ikut beredar dalam aliran darah sehingga menyebabkan warna kuning pada kulit bayi.
  • Bayi Prematur. Salah satu penyebab bayi kuning yang lainnya adalah kelahiran prematur. Bayi yang terlahir prematur secara tidak langsung mempunyai perkembangan organ hati yang belum optimal, sehingga belum memiliki kemampuan yang efektif dalam melakukan sekresi billirubin dalam organ hati. Oleh karenanya, bayi yang terlahir prematur biasanya diletakkan dalam inkubator dan diberi terapi pemberian sinar UV untuk mengoksidasi billirubin dalam darah menjadi biliverdin yang mudah dikeluarkan oleh tubuh.
  • Breast Milk Jaundice. Breast Milk Jaundice adalah suatu kelainan produksi ASI yang justru memicu peningkatan kadar billirubin dalam darah. Kelainan pada produksi ASI ini dipicu oleh adanya kandungan hormon progesteron dalam produksi ASI yang mengganggu proses penguraian billirubin oleh organ hati.
  • Breast Feeding Jaundice. Breast Feeding Jaundice adalah suatu kelainan produksi ASI yang disebabkan karena produksi ASI yang terlalu sedikit atau bahkan tidak terproduksi sama sekali. Terjadinya gangguan ini utamanya disebabkan oleh proses kelahiran bayi secara operasi cesar. Kandungan enzim lippoprotein lipase pada ASI juga bisa meningkatkaan kadar billirubin dalam darah bayi. Breast Feeding Jaundice ini merupakan salah satu penyebab bayi kuning.
  • Kelainan hati. Terjadinya kelainan atau gangguan pada organ hati yang disebabkan oleh gangguan ataupun infeksi virus. Kelainan organ hati juga bisa saja disebabkan oleh terjadinya kelainan genetis pada bayi semenjak masih dalam kandungan.
  • Perbedaan rhesus darah. Perbedaan rhesus darah antara janin dan ibu juga bisa menjadi penyebab terjadinya bayi kuning. Apabila janin memiliki rhesus positif sedangkan ibu memiliki rhesus negatif, maka zat antirhesus ibu akan menyerang janin. Serangan pada janin ini disebabkan janin dianggap sebagai benda asing yang dapat membahayakan tubuh.
  • Penyakit hemolitik. Penyakit hemolitik adalah suatu gangguan kesehatan yang menyebabkan terjadinya keanehan pada struktur hemoglobin darah, sehingga hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen. Gangguan kesehatan ini bisa saja disebabkan oleh kelainan genetis atau kurangnya pemenuhan asupan nutrisi saat bayi masih dalam kandungan.
  • Infeksi virus. Beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh serangan virus toksoplasma, rubella dan campak juga merupakan salah satu penyebab bayi kuning. Serangan virus ini akan menghambat kinerja organ hati dalam melakukan proses pemecahan billirubin. Terhambatnya kinerja hati dalam menghancurkan billirubin ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan pengendapan billirubin dalam organ hati.
  • Penyakit metabolik. Terjadinya gangguan metabolisme pada tubuh bayi yang berakibat pada ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh, akan menyebabkan terganggunya kinerja organ hati dalam memproses hemoglobin darah. Beberapa jenis penyakit metabolik ini bisa saja dipicu oleh asupan ASI yang ternyata justru memperbesar jumlah billirubun dalam darah bayi.
  • Tersumbatnya kantong empedu. Tersumbatnya kantong empedu bayi yang berguna untuk menetralisir racun tubuh dan organisme pengganggu lainnya juga merupakan salah satu penyebab bayi kuning. Dengan tersumbatnya saluran empedu, proses penghancuran dan penetralan billirubin pada hati akan mengalami gangguan sehingga sebagian besar billirubin akan beredar pada aliran darah.
  • Infeksi saluran kemih. Gangguan infeksi saluran kemih pada bayi menyebabkan proses pengeluaran billirubin lewat proses berkemih menjadi terganggu, sehingga kadar billirubin dalam darah masih akan tetap tinggi. Tingginya kadar billirubin yang gagal dikeluarkan lewat proses berkemih akan menyebabkan bayi kuning.
Demikianlah beberapa penyebab bayi kuning untuk anda ketahui. Dan sebagai pencegahan dini agar si bayi tetap sehat dan tidak mempunyai penyakit kuning yang berlebihan sebaiknya periksakan secara rutin ke dokter spesialis anak agar diketahui kadar bilirubinnya bisa terkontrol dengan baik.

4 comments

wah harus hati2 nih mas jgn sampai bayi terkena penyakit kuning, hmmm kasihan jadinya :(

anaknya lucu n imut banget mas, hehehe :D

Iya harus hati2 mbak,,, saya juga yang terkena cuma ini kalau yang 3 sebelumnya tidak mengalami penyakit ini....

semoga dedekny lekas sehat ya pak.. aamin

Amiiin ,,, makasih mas Irpan

Ada pertanyaan atau komentar?
Silahkan sampaikan komentar anda pada form di bawah ini. Tetapi mohon maaf, komentar spam, menanam link, dan komentar yang tidak sesuai topik artikel tidak dapat kami terbitkan. Terima kasih.