Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi

Setelah mengalami penyakit kuning pada anak keempat, maka saya mulai mengamati dan mempelajari penyakit kuning pada bayi ini agar jangan sampai kedepannya terjadi lagi dan mengetahui gejala-gejalanya dan mengetahui pula cara mengatasinya. Sebenarnya kuning pada bayi dikarenakan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah. Hemoglobin dalam darah bayi saat di kandungan berbeda dengan hemoglobin ketika bayi lahir. Saat bayi lahir sel darah merah merusak hemoglobin lama (hemoglobin saat bayi dalam kandungan) dan menggantinya dengan hemoglobin yang baru (saat diluar kandungan). Pergantian hemoglobin ini mengakibatkan penumpukan bilirubin sehingga bayi tampak kuning. Biasanya bilirubin akan hilang setelah dua atau tiga minggu. Kuning seperti ini termasuk kuning fisiologis yakni kuning yang tidak berbahaya. Biasanya dokter hanya menyarankan supaya Bunda memberikan ASI dan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Beda halnya dengan kuning yang berbahaya, penanganannya tentu tidak semudah kuning fisiologis.


Untuk mengetahui penyakit kuning
Untuk mengetahui kalau bayi Anda kuning, dapat dilakukan sendiri dirumah dengan cara:
  • Membawa bayi ke ruangan berpenerangan cukup. 
  • Amati kulit bayi Anda di bawah lampu berpendar atau fluorescent, pada siang hari. 
  • Tekan jari Anda perlahan-lahan ke dahi, dada, telapak tangan, atau telapak kaki bayi. Lalu, angkat jari Anda dan perhatikan apakah ada semburat warna kuning di permukaan kulit bagian tubuh yang ditekan. 
  • Amati gusi bayi dan bagian putih matanya, apakah kekuningan? atau
  • Periksakan ke rumah sakit, biasanya darah bayi akan diambil sedikit untuk dianalisa di laboratorium guna mengukur kadar bilirubin di dalam darah. Kalau kadar bilirubinnya lebih dari 10 maka dipastikan si bayi memiliki penyakit kuning.
Anda juga harus mengetahui gejala kuning yang berbahaya dan yang tidak berbahaya. Ciri-ciri penyakit kuning yang berbahaya adalah :
  • Kuning muncul pada 24 jam pertama kelahiran bayi. Normalnya kuning akan muncul setelah hari ketiga.
  • Bayi enderung tidak aktif, tidak mau menyusu dan suhu tubuh tidak stabil 
  • Kuning tidak hilang lebih dari dua minggu 
  • Warna urine seperti air teh 
Kalau Bunda menemukan gejala-gejala tersebut pada si kecil maka segeralah konsultasikan ke dokter. Bayi harus menjalani terapi sinar di rumah sakit untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah. Terapi ini bisa dilakukan sepanjang satu atau dua hari. Jika terapi sinar tidak berhasil maka harus dilakukan transfusi darah.

Ciri-ciri penyakit kuning yang tidak berbahaya atau kuning fisiologis adalah warna kuning tidak sampai pada telapak tangan dan telapak kaki bayi, hanya dibagian tubuh yang lain dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk mengatasinya hal ini cukup dengan menjemur bayi kurang lebih 30 menit di pagi hari sebelum jam 9. Dan jika lebih dari 2 minggu masih terdapat warna kuning, maka segeralah periksakan bayi Anda ke dokter.

Efek Buruk Penyakit Kuning
Apabila penyakit kuning tidak segera diatasi maka dikhawatirkan si bayi akan mengalami:
  • kejang-kejang
  • kelumpuhan,
  • kecacatan,
  • penurunan kecerdasan, dan bahkan
  • kematian
Penanganan Penyakit Kuning
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa penanganan penyakit kuning ringan atau yang tidak berbahaya adalah dengan menjemur si bayi dipagi hari sebelum jam 9 selama 15 menit rutin setiap hari sampai kuningnya hilang. Dan untuk penyakit kuning yang berbahaya seperti yang telah dijelaskan diatas mengenai ciri-ciri penyakit kuning yang berbahaya adalah dengan membawanya ke rumah sakit untuk di sinar dengan menggunakan sinar Ultra Violet atau sinar biru sampai kadar bilirubinnya mencapai angka normal yakni dibawah angka 10 biasanya memerlukan penyinaran selama kurang lebih 2-5 hari.

Pencegahan penyakit kuning
Sebenarnya kuning pada bayi adalah hal biasa dan hampir 70 persen penyakit kuning ini terjadi pada bayi yang baru lahir. Namun andapun harus mengetahui cara pencegahannya sejak dini agar setelah melahirkan anak anda tidak mengalami penyakit ini. Yang perlu anda kerjakan sebelum bayi lahir (selama mengandung) diantaranya:
  • rutin minum susu selama kehamilan dengan susu khusus untuk ibu hamil,
  • memakan makanan yang bergizi misalkan sayur mayur, buah buahan
  • cegahlah makanan yang banyak lemak dan makanan yang terlalu pedas.
Untuk pencegahan setelah melahirkan yakni dengan cara dijemur setiap pagi sebelum jam 9 selama 15 menit. Penjemuran ini selain mencegah kuning bermanfaat juga untuk kesehatan tulang dan mencegah juga mengobati penyakit flu dan batuk. Dalam menjemur hindari jangan sampai mata bayi terkena sinar matahari langsung karena akan merusak retinanya, untuk menghindarinya cukuplah dijemur pada bagian punggungnya saja.

No comments

Ada pertanyaan atau komentar?
Silahkan sampaikan komentar anda pada form di bawah ini. Tetapi mohon maaf, komentar spam, menanam link, dan komentar yang tidak sesuai topik artikel tidak dapat kami terbitkan. Terima kasih.